"Dukungan terhadap masyarakat penggerak ekonomi juga terlihat pada realisasi program kredit kerakyatan per 26 Agustus 2026 yang kualitasnya terjaga dengan baik," imbuh Sudharma.
Ia membeberkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah tersalurkan sebesar Rp 1,61 triliun (89,26% dari target Rp1,80 triliun) kepada 2.378 rekening dengan tingkat NPL 0%. Sudharma berharap penyaluran KUR yang terbagi atas sektor produksi (70%) dan non-produksi (30%) ini mampu membantu usaha kecil terus bergerak.
Capaian ini didukung oleh penyaluran KUR Kecil sebesar Rp 1,34 triliun (penyaluran terbesar di Cabang Denpasar dan Tabanan), KUR Mikro Rp 269,13 miliar, serta KUR SUMI Rp 480 juta. Selain KUR, program kredit lainnya juga terus dioptimalkan.
Realisasi Kredit Usaha dan Alat Pertanian (KUA) mencapai Rp 4,65 miliar (56,71% dari target), sementara Kredit Industri Padat Karya (KIPK) menargetkan angka Rp9,51 miliar. Untuk membantu masyarakat memiliki hunian, Kredit Program Perumahan (KPP) merealisasikan Rp176,90 miliar (59% dari target) melalui 310 rekening, yang terdiri dari KPP Supply sebesar Rp79,43 miliar dan KPP Demand Rp97,48 miliar.
"Produk kredit khusus Bank BPD Bali juga menunjukkan kinerja yang stabil," ujar Sudharma.
Adapun, posisi Baki Debet kredit KUSUMA tercatat sebesar Rp1,44 triliun dan KUSUMA SARI sebesar Rp732,17 miliar. Untuk penyaluran di tahun berjalan, tingkat kelancarannya sangat baik dengan rata-rata NPL 0 persen, di mana Baki Debet KUSUMA mencapai Rp415,90 miliar dan KUSUMA SARI sebesar Rp520,08 miliar.