Proyek lanjutan BP seperti Ubadari dan fasilitas penangkapan karbon (CCUS) senilai 7 miliar dolar AS juga diproyeksikan membuka pasokan 3 TCF gas baru mulai 2028.

Sementara, Inpex memegang kendali atas Proyek Abadi di Blok Masela, salah satu cadangan gas terbesar yang belum dikembangkan. Proyek tersebut dirancang menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun serta 150 MMSCFD gas pipa untuk pasar domestik dengan nilai investasi mencapai 20,9 miliar dolar AS.

Dengan rekam jejak tersebut, BP dan Inpex berkomitmen mengucurkan investasi besar senilai 42,7 juta dolar AS di WK Migas Agung I dan Agung II di perairan Bali. Konsorsium itu menjadwalkan survei seismik secara masif, mencakup seismik 2D sepanjang 285 km dan seismik 3D seluas 3.650 km.

Lebih lanjut, Yayan juga menyoroti pentingnya sinergi dan dukungan kuat dari pemerintah daerah dalam mengamankan kelancaran proyek strategis nasional tersebut. Menurutnya, hambatan birokrasi maupun sosial dapat berdampak langsung pada nilai keekonomian proyek.