Sementara itu, briket arang berbahan batok kelapa juga memiliki peluang pasar tersendiri. Produk tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan bakar barbeque, penghangat ruangan, hingga kebutuhan rokok.
Menurut Kiswoyo, capaian tersebut menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan pelaku usaha lokal memiliki potensi dan daya saing untuk memasuki pasar internasional.
Dari sisi nilai perdagangan, kinerja ekspor komoditas unggulan Blora menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026. Hingga triwulan II, nilai ekspor tercatat sekitar Rp40,98 miliar atau setara 2,4 juta dolar AS.
Memasuki triwulan III, nilainya meningkat menjadi Rp70,04 miliar atau sekitar 3,9 juta dolar AS. Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar Rp29,06 miliar atau 70,9 persen dibandingkan capaian hingga triwulan II 2026.