Sebelumnya, pada triwulan I 2026, nilai ekspor komoditas unggulan Blora tercatat mencapai 1,4 juta dolar AS atau sekitar Rp23,81 miliar. Angka tersebut meningkat 75,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 795.809 dolar AS atau sekitar Rp13,06 miliar.

"Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator positif bagi perkembangan produk unggulan daerah, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pemasaran ke negara tujuan ekspor lainnya," ujarnya.

Kiswoyo berharap peningkatan aktivitas ekspor tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain meningkatkan nilai perdagangan, kegiatan ekspor juga diharapkan mampu memperluas pasar produk lokal dan membuka peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Blora.

"Semakin banyak pelaku usaha di Blora yang mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produknya sehingga dapat mengikuti jejak enam pelaku usaha yang telah menembus pasar internasional," imbuhnya.