"Kalau sebenarnya di dua lane kan empat start sudah lawan menang," ujar Desak.
Keberhasilan tersebut juga menjadi momen bagi Desak Made untuk mengapresiasi orang-orang yang mendukung perjalanan kariernya.
Ia menyebut kerja keras dirinya, doa kedua orang tua, dukungan rekan-rekan pelatnas dan tim, serta doa masyarakat Indonesia sebagai bagian dari perjalanan menuju podium tertinggi.
"Untuk diri sendiri sudah bekerja keras. Kemudian kedua orang tua yang selalu mendoakan," kata Desak.
"Teman-teman juga, teman-teman pelatnas, tim, masyarakat Indonesia, terima kasih banyak doanya. Ini medali emas untuk kita semua."