NADIKABAR.COM — Medali emas nomor speed putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 membuat atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi semakin termotivasi untuk memangkas catatan waktunya hingga menembus angka di bawah enam detik.
Desak Made mencatatkan waktu 6,062 detik pada babak final dan mengalahkan atlet China Li Juan Deng yang finis dengan waktu 6,064 detik, yang sekaligus menjadi rekor Asian Games.
"Kayak bikin semangat lagi. Ini sebagai batu loncatan lah, catatan waktu 0,06. Semoga bisa 05," kata Desak Made seusai perlombaan di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Aichi, Jepang, Rabu.
Bagi Desak Made, catatan tersebut bukan menjadi titik akhir. Ia ingin menjadikan pencapaian di Aichi-Nagoya sebagai tambahan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan kecepatan.
Target tersebut juga berkaitan dengan rencana jangka panjangnya menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
"Dan bantu catatan untuk ke Olimpiade Los Angeles 2028," ujar Desak Made.
Emas Aichi-Nagoya merupakan emas kedua Desak Made di Asian Games. Sebelumnya, ia juga menjadi juara nomor speed putri pada Asian Games Hangzhou 2022.
Desak Made mengatakan pengalaman di Aichi-Nagoya memiliki perbedaan dibandingkan Asian Games sebelumnya, terutama karena sistem pertandingan menggunakan empat jalur.
"Sebetulnya sama sih. Dari venue bagus, cuma perbedaannya ini karena empat lane. Jadi fokusnya lebih lagi daripada dua lane," kata Desak.
Menurut dia, penggunaan empat jalur membuat atlet harus menjalani lebih banyak rangkaian start sehingga konsentrasi perlu dijaga sepanjang pertandingan.
"Kalau sebenarnya di dua lane kan empat start sudah lawan menang," ujar Desak.
Keberhasilan tersebut juga menjadi momen bagi Desak Made untuk mengapresiasi orang-orang yang mendukung perjalanan kariernya.
Ia menyebut kerja keras dirinya, doa kedua orang tua, dukungan rekan-rekan pelatnas dan tim, serta doa masyarakat Indonesia sebagai bagian dari perjalanan menuju podium tertinggi.
"Untuk diri sendiri sudah bekerja keras. Kemudian kedua orang tua yang selalu mendoakan," kata Desak.
"Teman-teman juga, teman-teman pelatnas, tim, masyarakat Indonesia, terima kasih banyak doanya. Ini medali emas untuk kita semua."