Tiga tahun lalu di Hangzhou, Rahmat juara dengan total 359 kilogram dan clean and jerk 201 kilogram. Tambahan tujuh kilogram dalam rentang itu membuat Rahmat tercatat sebagai peraih emas beruntun di Asian Games.

Selisih setipis ini mencerminkan ketatnya persaingan olahraga tingkat dunia. Jarak antara juara dan runner-up makin menipis karena hampir seluruh kontestan mengecap standar pelatihan, nutrisi, dan teknologi yang setara.

Menyadari tingginya dinamika persaingan tersebut, Menpora Erick Thohir menjadikan pelatnas bagi cabang olahraga berpotensi emas sebagai prioritas utama.

Skema pembinaan berjenjang yang disiapkan sejak akhir 2025 membagi atlet ke dalam tiga lapis. Lapis Super Elite disiapkan untuk Olimpiade, lapis Elite untuk SEA Games dan Asian Games, dan atlet Potensial yang disiapkan untuk masa depan di rentang usia 12-18 tahun. Pembagian itu mengarahkan sumber daya ke titik yang paling menentukan, yakni seperseribu detik, satu anak panah, atau dua angka di gim penentuan.

Skema pembinaan berjenjang yang disiapkan sejak akhir 2025 membagi atlet ke dalam tiga lapis: Lapis Super Elite untuk Olimpiade, Lapis Elite untuk SEA Games dan Asian Games, serta Lapis Potensial (usia 12–18 tahun) untuk masa depan. Pembagian ini mengarahkan sumber daya ke titik yang paling menentukan, yakni seperseribu detik, satu anak panah, atau dua angka di gim penentuan.