Ke depan, pihaknya juga berencana untuk membuat lebih banyak embung di area Gunung Ciremai. Lewat upaya tersebut, Nandar berharap agar kebakaran tidak terjadi lagi dan Gunung Ciremai kembali menghijau.

"Manfaat air untuk embung itu di masa kebakaran sebagai antisipasi pemadaman yang secara cepat. Kalau kita ambil air dari bawah, itu akan membutuhkan waktu dan mobilitasnya susah karena medannya berbatu. Ketika air ada di sana, kita bisa langsung gunakan mesin atau jet shooter. Api akan cepat padam dan tidak menyebar luas ke area lainnya. Ketika mau musim penghujan mungkin untuk penampungan air juga untuk bibit persemaian," tutur Nandar.

Sementara itu, Roli (38), salah satu petani hutan, memaparkan bahwa keberadaan embung di tengah hutan tersebut memang sangat penting dalam menangani kebakaran. Menurutnya, jika tidak ada embung, kebakaran sulit untuk dipadamkan, dan petani hanya akan mengandalkan ranting pohon untuk memadamkan api.

"Kalau nggak ada embung di tengah hutan kita repot. Kalau ada kebakaran kan jauh kita ngambil air. Paling pakenya cuman ranting saja buat pemadaman. Kalau nggak kebakaran, embung juga bisa buat penanaman bibit dan penyemaian juga," pungkas Roli.