Dalam pencalonannya, Emil juga menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia ingin Demokrat Jatim tetap bergerak dalam satu garis perjuangan bersama kepemimpinan DPP.
"Kami tentunya ingin untuk mendukung kepemimpinan beliau. Bersama-sama kita sebagai satu bahtera kapal Partai Demokrat di bawah nakhoda Bapak Agus Harimurti Yudhoyono, kita akan berjuang untuk mengabdi kepada masyarakat," katanya.
Emil juga menegaskan pentingnya keterbukaan terhadap kritik. Menurutnya, Demokrat harus tetap dekat dengan masyarakat dan tidak menutup diri terhadap masukan, baik dari internal maupun eksternal partai.
"Kita harus menjadi partai yang setia kepada nilai-nilai perjuangan rakyat," tegasnya.
Terkait kemungkinan dirinya menjadi calon tunggal, Emil memilih tidak mendahului proses Musda. Ia menyerahkan seluruh tahapan kepada mekanisme organisasi yang berlaku. "Musda ini artinya kami ikuti dulu, nggak boleh ndisi'i (mendahului)," tegasnya.
Sebelumnya, Panitia Musda VII Demokrat Jatim membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPD periode 2026-2031 pada 14-20 Agustus 2026. Setiap bakal calon wajib memenuhi persyaratan administrasi dan memperoleh dukungan minimal 20 persen dari pemilik hak suara yang telah diverifikasi.
Nama-nama yang memenuhi persyaratan nantinya akan diusulkan kepada DPP Partai Demokrat untuk menjalani proses fit and proper test serta penyampaian visi dan misi. Musda VII Demokrat Jatim sendiri dijadwalkan berlangsung pada 28-29 Agustus 2026.