Kedua adalah financial safety, indikator ini melihat kesiapan seseorang menghadapi kebutuhan yang tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau pengeluaran mendesak lainnya.

Salah satu bentuknya adalah menyiapkan dana darurat yang tidak bercampur dengan dana untuk kebutuhan rutin maupun tujuan keuangan lainnya.

"Kalau ada apa-apa, misalnya layoff, sakit, atau hal-hal yang diperlukan, kita cukup punya dana," kata Inggit.

Inggit mengatakan jika sudah bisa menjaga kesiapan dana untuk kebutuhan tak terduga, indikator lainnya bisa diukur dari Financial Growth.

Pada tahap ini pengelolaan keuangan sudah diarahkan untuk mencapai tujuan jangka menengah dan panjang, termasuk investasi serta persiapan dana pensiun.

Inggit mengatakan menabung tidak harus selalu dikaitkan dengan tujuan yang dianggap serius seperti membeli rumah atau menyiapkan pensiun. Tujuan konsumtif seperti liburan juga dapat menjadi tujuan menabung selama direncanakan dalam anggaran dan tidak mengganggu kebutuhan serta keamanan finansial.

"Tidak apa-apa banget kita punya tujuan menabung yang materialistik, selama ada tujuannya," ujarnya.