Terakhir, adalah Financial Freedom ketika seseorang memiliki kemampuan finansial yang lebih kuat sehingga kebutuhan hidup dapat dipenuhi dari sumber daya keuangan yang telah dibangun.
Keempat aspek tersebut, menurut Inggit, menunjukkan bahwa kesehatan finansial bukan semata-mata persoalan besar-kecilnya pendapatan atau gaya hidup seseorang, melainkan bagaimana pendapatan dikelola sesuai dengan kemampuan dan tujuan masing-masing.
Inggit juga menyoroti gaya hidup yang kerap dianggap menjadi penyebab buruknya kondisi keuangan anak muda.
Menurut dia, besarnya alokasi untuk gaya hidup tidak serta-merta menunjukkan kesehatan finansial seseorang rendah.
Seseorang tetap dapat memiliki alokasi gaya hidup yang relatif tinggi selama memiliki dana darurat dan perencanaan keuangan yang memadai.
"Belum tentu orang-orang yang punya lifestyle yang tinggi itu financial fitness-nya jelek. Kalau dia sudah punya dana darurat, sudah punya perencanaan, itu sebenarnya fine-fine saja," katanya.
Ia juga berpesan kepada anak muda untuk membangun kesadaran untuk mengelola keuangan secara seimbang dan dapat membangun kesehatan finansial secara bertahap sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing, dan menetapkan tujuan menuju kebebasan finansial.