Ada harapan yang disematkan Kamila pada sosok Pertiwi, itu juga menjadi alasan mengapa akhirnya Pertiwi bisa melanjutkan hidupnya setelah menjadi korban dari sistem.

Dalam adegan lain, Pertiwi yang diperankan Putri Marino juga menulis soal puisi. Seorang penonton menanyakan soal kesamaan itu dengan film Kamila sebelumnya, Yuni.

Menurut Kamila, film menjadi caranya untuk memahami sesuatu.

"Itulah mengapa saya suka menggambarkan orang yang cari observasi, mencoba mempertanyakan dunia dan memahami dunia," ujar sutradara yang sudah akrab dengan puisi sejak kecil.

Baginya, puisi adalah cara yang menarik untuk memahami sesuatu. Rasa itu ia tuangkan menjadi karakter yang menggunakan puisi untuk mengerti pikiran mereka sendiri.

"Itu salah satu cara mengekspresikan pemikiran," katanya.