NADIKABAR.COM — Kementerian Agama mengumumkan empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masuk dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi di Indonesia dengan kualitas riset terbaik, berdasarkan pilar Research Quality Times Higher Education World University Rankings 2027.
Keempat PTKIN tersebut adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menempati peringkat pertama, disusul UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada posisi kedua. Selanjutnya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berada di posisi kesembilan dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung di posisi kesepuluh.
"Empat PTKIN yang telah menunjukkan capaian ini diharapkan tidak hanya mempertahankan prestasinya, tetapi juga dapat memberikan penguatan kepada PTKIN lainnya, khususnya dalam membangun ekosistem penelitian yang berkualitas," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin di Jakarta, Kamis.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Suyitno juga turut mengapresiasi raihan prestasi tersebut. Menurut dia, masuknya empat PTKIN dalam jajaran 10 besar menunjukkan semakin kuatnya kontribusi PTKIN, khususnya dalam pengembangan riset dan ilmu pengetahuan di tingkat nasional.
Ia mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa PTKIN tidak hanya berkembang dalam aspek pendidikan dan pengajaran, tetapi juga semakin kuat dalam menghasilkan riset yang berkualitas.
"Dan tentunya memberikan kontribusi bagi masyarakat," ujar Suyitno.
Suyitno menegaskan penguatan ekosistem riset menjadi salah satu agenda penting transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam. PTKIN didorong untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, kolaborasi akademik, serta dampak riset terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
"Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas. Kita ingin riset PTKIN semakin relevan, memiliki dampak, dan mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan bangsa dan kemanusiaan," katanya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag Sahiron meminta civitas akademika PTKIN terus memperkuat budaya akademik dan riset.
Menurut dia, capaian empat PTKIN tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki potensi besar untuk bersaing dalam ekosistem pendidikan tinggi global.
"UIN Sunan Kalijaga bahkan menempati posisi pertama dalam daftar tersebut dengan skor 82,8. Tiga PTKIN lainnya juga masuk 10 besar nasional. Ini menunjukkan bahwa kualitas riset PTKIN semakin diperhitungkan," ujar Sahiron.
Ia menjelaskan Research Quality dalam THE WUR mencerminkan sejumlah aspek penting dalam kualitas riset, antara lain dampak, kekuatan, keunggulan, dan pengaruh riset.
Karena itu, capaian tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah publikasi, tetapi juga bagaimana penelitian yang dilakukan perguruan tinggi memiliki kualitas, pengaruh, dan kontribusi yang lebih luas.
"Ke depan, kami akan terus mendorong PTKIN untuk memperkuat riset unggulan, meningkatkan kolaborasi nasional dan internasional, serta memastikan hasil penelitian memberikan dampak nyata bagi masyarakat," katanya.
Berikut skor empat PTKIN yang masuk dalam 10 besar kualitas riset perguruan tinggi di Indonesia:1. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta — skor 82,82. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang — skor 60,23. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta — skor 44,24. UIN Sunan Gunung Djati Bandung — skor 43,8