Menurutnya, para murid telah menunjukkan perkembangan positif setelah bersekolah di Sekolah Rakyat.

"Saya sendiri amat sangat kaget, 6 bulan yang lalu dibanding dengan yang sekarang, anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat sudah berubah segalanya. Semuanya menjadi segar, motivasinya tinggi, hari ini sudah mengalami berbagai kemajuan," katanya.

Di sisi lain, ia mengatakan pemerintah juga memberikan pembekalan berupa pendidikan dan kemampuan baru kepada orang tua siswa Sekolah Rakyat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta membangun kemandirian ekonomi keluarga.

"Orang tua keluarga miskin yang sedang bersekolah di Sekolah Rakyat kita bekali, kita didik dan kita mandirikan melalui Program LAKSMI. Anaknya belajar, orangtuanya memiliki kemampuan baru. Dan insyaallah, tahun ini kita akan berhasil. Anaknya bersekolah dengan masa depan yang cerah dan orangtuanya mandiri menjadi orang yang produktif," ungkapnya.

Melalui Sekolah Rakyat, pemberdayaan diharapkan berlangsung dalam satu kesatuan keluarga. Anak memperoleh akses pendidikan dan kesempatan memperbaiki masa depan, sedangkan orang tua didorong meningkatkan kemampuan agar lebih produktif dan mampu menopang kesejahteraan keluarga.

Mandaya Awards 2026 merupakan penyelenggaraan kedua dan diikuti lebih dari 2.146 peserta. Kegiatan tersebut juga melibatkan 1.245 mahasiswa yang tergabung dalam 415 tim.

Penghargaan tahun ini diberikan dalam beberapa kategori, yakni pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, pesantren, perguruan tinggi, penggerak pemberdayaan, badan usaha, dan Sekolah Rakyat.

Pada kategori Sekolah Rakyat, penghargaan diterima oleh perwakilan dari masing-masing sekolah. Mereka adalah Kepala SRT 1 Kabupaten Takalar M. Jufrianto, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum SRT 1 Kabupaten Bogor Haris, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SRMA 14 Bandung Barat Dimas Mulyana, serta Wali Asrama SRT 1 Kabupaten Kediri Moh Nursalim.

Kepala SRT 1 Kabupaten Takalar, M. Jufrianto, mengungkapkan pihaknya menyediakan program-program pemberdayaan bagi para orang tua murid untuk mendukung kemampuan atau skill dalam peningkatan pendapatan.

Program tersebut salah satunya melalui pelatihan pembuatan kerupuk maupun makanan ringan lainnya yang digelar bersama dengan Sentra Pangurangi Takalar.

"Dibelikan bahannya, kemudian dibelikan alatnya oleh pihak sentra. Jadi alhamdulillah, mereka sekarang sudah biasa. Ada yang bahkan sudah jual di toko-toko kecil mereka di rumah, buka warung sendiri," ungkapnya.