NADIKABAR.COM — Enam kabupaten di Provinsi Jawa Timur dikepung bencana banjir dan longsor, Senin (2/11). Beberapa wilayah itu yakni Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan, kejadian itu dipicu hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah setempat sejak Minggu (1/11) malam.

Satriyo merinci di Kabupaten Lumajang banjir lahar dingin Semeru ini merendam tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pasirian, Jatiroto dan Tempursari, dengan total estimasi warga terdampak mencapai lebih dari 1.100 jiwa.

"Kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang berlangsung cukup lama sejak Minggu. Selain itu, aliran Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru mengalami peningkatan debit air sehingga mengakibatkan banjir di wilayah tersebut," kata Satriyo.

Di Kecamatan Jatiroto, banjir genangan setinggi 20 hingga 60 sentimeter merendam kawasan Dusun Persil, Desa Rojopolo. Air menggenangi permukiman warga di RW 09, 10, dan 11 yang berdampak langsung pada sekitar 500 jiwa.

Kondisi yang lebih parah terjadi di Kecamatan Tempursari, di mana banjir dan longsor menerjang enam desa sekaligus, yaitu Desa Purworejo, Kaliuling, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, dan Pundungsari.

Sekitar 600 jiwa terdampak di wilayah ini. Bahkan, sebanyak 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari terisolasi karena akses jalan menuju wilayah mereka putus total dihantam arus banjir Sungai Glidik.