Erick menegaskan upaya tersebut perlu dimulai sejak sekarang agar Indonesia memiliki arah pembangunan kepemudaan yang jelas dalam jangka panjang.

"Seperti yang tadi disampaikan oleh Pak Menko, kami akan memulainya dari hari ini. Kami harus memikirkan seperti apa kondisi dan arah kepemudaan Indonesia dalam 100 tahun ke depan," katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan global yang dihadapi generasi muda, mulai dari pengangguran, kesehatan mental, hingga keterbatasan kesempatan untuk mengembangkan diri.

Erick menyebut terdapat sekitar 65 juta pemuda yang menganggur di dunia, sementara satu dari tujuh pemuda menghadapi masalah kesehatan mental dan satu dari lima pemuda tidak memiliki kesempatan mengembangkan diri.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu direspons pemerintah melalui berbagai program pembangunan kepemudaan.