NADIKABAR.COM — Menpora RI, Erick Thohir mendorong perbaikan perlindungan usai dua atlet Porprov Jateng 2026 meninggal dunia.

Erick menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya atlet pencak silat dari Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita dan Syabilla Rizkia Putri Raharja, atlet renang dari Jepara. Keduanya sama-sama berkompetisi di Porprov Jateng 2026.

"Kita ingin melahirkan atlet-atlet berprestasi dari berbagai daerah, tetapi prestasi tidak boleh dikejar dengan mengesampingkan keselamatan mereka. Kehilangan Syabilla dan Ayudiah adalah duka bagi olahraga Indonesia."

Kita harus menjadikan dua kepergian ini sebagai pengingat untuk melakukan perbaikan nyata. Sebab, ukuran keberhasilan sebuah kompetisi juga termasuk dalam hal seberapa baik kita menjaga keselamatan setiap atlet yang berjuang di dalamnya," ujar Erick dalam keterangan resmi, Sabtu (31/10).

Ayudiah sempat mengalami cedera pada jari tangan ketika bertanding di babak perempat final pada Senin (26/10). Ia kemudian mendapatkan penanganan medis dan menjalani operasi di RS Primaya Semarang sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (28/10).

Kepergian Ayudiah menjadi kabar duka kedua dari penyelenggaraan Porprov Jateng 2026, setelah sebelumnya atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal dunia saat mengikuti perlombaan open water finswimming pada Minggu (25/10).

Erick menegaskan bahwa meninggalnya dua atlet dalam satu penyelenggaraan kompetisi olahraga daerah harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan olahraga. Menurutnya, meskipun kedua peristiwa memiliki kronologi dan kondisi yang berbeda, keduanya menjadi pengingat pentingnya sistem perlindungan atlet yang menyeluruh.

"Dua atlet muda kehilangan nyawa dalam satu ajang olahraga. Ini bukan sesuatu yang bisa kita anggap biasa. Kita tentu tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai penyebab kedua kejadian tersebut. Namun, kita juga tidak boleh berhenti pada ucapan belasungkawa," kata Erick.

"Ada tanggung jawab besar untuk memastikan keselamatan atlet benar-benar menjadi prioritas, bukan hanya dalam aturan, tetapi juga dalam pelaksanaannya," ia menambahkan.