NADIKABAR.COM — Apa yang awalnya cuma meletus di Prancis kini menyebar ke seantero Eropa. Apa yang dulunya hanya protes murid SMA terhadap kondisi sekolah, kini berubah menjadi kritik terhadap kerja demokrasi.
Itulah yang terjadi di Eropa saat ini, khususnya Prancis, Spanyol, Italia, Portugal, Albania, dan Serbia.
Awalnya dari keluhan para siswa SMA di Prancis terhadap infrastruktur sekolah yang rusak, ruang kelas yang sudah sesak, jadwal yang terlalu padat, kurangnya guru dan dana untuk sekolah.
Para pelajar juga menuntut pemerintah merombak sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru di kampus-kampus negeri karena dianggap tidak adil.
Ada yang berpandangan, akibat tindakan polisi Prancis terlalu keras kepada demonstran, maka solidaritas muncul dari banyak pihak, termasuk serikat pekerja, petani dan kelompok kepentingan politik. Isu pun meluas ke isu-isu sensitif seperti kenaikan harga dan kesulitan ekonomi.