Di sisi lain, Adi juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, masyarakat perlu bijak mencerna informasi yang ada dan tetap mengacu pada lembaga resmi seperti BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, dan BNPB.

"Jadi yang tidak bisa bertanggung jawab membuat konten (mengenai erupsi gunung api) agar menahan diri," imbaunya.

Diketahui, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung secara terus menerus sejak Jumat (4/9) malam. Sejumlah warga juga melaporkan adanya suara dentuman dan getaran yang terasa hingga ke beberapa daerah.

Adi Maulana menjelaskan bahwa erupsi merupakan bagian dari aktivitas normal Gunung Anak Krakatau sebagai salah satu gunung api aktif. Fenomena ini terjadi akibat penumpukan volume gas dan magma yang menimbulkan tekanan kuat, sehingga mendorong magma naik ke permukaan.

"Jadi, sebenarnya fenomena yang terjadi, terutama beberapa hari belakangan ini (erupsi Gunung Anak Krakatau) kalau dari sisi Sains, terutama Geologi, itu fenomena normal," ujar dia.