Ia mengibaratkan hubungan sesama manusia sebagaimana pesan Rasulullah SAW dalam hadis tentang persaudaraan dan kasih sayang.

Rasulullah SAW menggambarkan orang-orang beriman yang saling mencintai dan menyayangi seperti satu tubuh. Ketika salah satu bagian tubuh merasakan sakit, bagian tubuh lainnya ikut merasakan dampaknya.

"Apa yang menimpa saudara-saudara kita di daerah terdampak bencana adalah panggilan bagi kita semua untuk mengulurkan tangan," tegasnya.

Menurut dia, masyarakat yang saat ini berada dalam kondisi sehat, aman, dan mendapatkan rezeki memiliki kesempatan untuk membantu mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Bantuan tersebut dapat diberikan sesuai kemampuan, baik dalam bentuk materi maupun dukungan lainnya yang dibutuhkan para korban.

"Kita hari ini sehat, segar, bugar, masih bisa menikmati aktivitas rutin dan memperoleh rezeki dari kerja-kerja profesional kita. Saatnya kita bangun empati, kita sisihkan sebagian rezeki untuk kepentingan meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," tuturnya.

Selain upaya keselamatan secara fisik, Prof Ni'am mengingatkan masyarakat untuk memperkuat ikhtiar batin.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir, doa, tobat, dan muhasabah. Berbagai amalan tersebut menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengingatkan manusia bahwa kehidupan berada dalam kuasa-Nya.