"Masyarakat tidak usah khawatir, insyaallah perkembangan ini tidak memicu sekali lagi terjadinya tsunami dan kami terus-menerus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas dan juga perubahan morfologi dari tubuh Anak Krakatau ini," jelasnya.

Namun Rita mengatakan aktivitas tersebut tak membuat Badan Geologi mengubah status maupun jarak rekomendasi Gunung Anak Krakatau. Status gunung masih berada pada Level III atau Siaga, dengan radius rekomendasi tetap 3 kilometer.

"Perlu kami tegaskan bahwa erupsi yang terjadi ini bukan erupsi yang menimbulkan bahaya sehingga kita perlu mengubah status rekomendasi maupun jarak rekomendasi. Jadi aktivitas gunung api Anak Krakatau ini masih terpantau seperti memang Gunung Anak Krakatau beraktivitas gitu ya, dan ini jarak rekomendasinya masih tetap 3 km," tuturnya.