Diwartakan sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyampaikan angkutan batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim) terhambat imbas penurunan debit air sungai atau sungai yang surut.

Kekeringan sungai di Kalimantan tak hanya berdampak pada mobilitas angkutan batu bara. Kementerian ESDM juga mengidentifikasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kalimantan disebabkan oleh sungai yang surut, sehingga menjadi kendala bagi kapal distribusi energi.

“Di Kalimantan ini banyak terjadi. Saat ini, sungai ini mengalami kondisi surut, sehingga kapal-kapal yang biasanya mengirimkan melalui jalur sungai terkendala untuk proses pengiriman BBM,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).

Laode menyampaikan permasalahan tersebut telah dimitigasi dengan memperbanyak truk-truk pengiriman BBM yang menggunakan jalur darat. Akan tetapi, volume angkut truk pengiriman BBM tidak sebesar angkutan sungai.