NADIKABAR.COM β Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan pengembangan pusat data atau data center hingga penyimpanan energi (energy storage) menjadi pasar dari program hilirisasi mineral Indonesia sepanjang 2026β2030.
βMenjelang 2030, permintaan akan semakin dipengaruhi oleh kendaraan listrik, energy storage, elektronik, energi terbarukan, pengembangan jaringan listrik, serta pusat data,β ujar Koordinator Kerja Sama dan Investasi Minerba Ditjen Minerba Kementerian ESDM Yan Abrar dalam Indonesia-Korea Energy Forum (IKEF) yang digelar di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu.
Yan menyampaikan Indonesia ingin memprioritaskan hilirisasi untuk proyek-proyek yang layak secara komersial, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta terhubung dengan kebutuhan industri yang nyata.
Penetapan kriteria prioritas hilirisasi tersebut dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwasanya investasi dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan, pembiayaan, hingga tuntutan untuk memenuhi standar ESG yang semakin tinggi.