Sementara itu, Korea Selatan memiliki pasar dan teknologi untuk baterai, pengalaman dalam melakukan daur ulang dan reklamasi tambang, serta sistem yang menghubungkan informasi, teknologi, dan keuangan.

"Kemitraan Korea Selatan dan Indonesia bergerak dari batu bara ke baterai," ucap Eul Roh.

Namun, ia berharap agar ke depannya, standar kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan bisa ditingkatkan, seperti penggunaan energi bersih; manajemen pengolahan air dan limbah; perizinan yang terprediksi, dan kepercayaan masyarakat; serta akses pasar baterai global.

"Tidak ada satu perusahaan pun yang dapat menyelesaikan ini sendirian. Kedua negara harus menyelesaikannya bersama-sama," ujar Eul Roh.