Oleh karena itu, ia meyakini teknologi ExxonMobil dapat digunakan untuk menganalisis data potensi wilayah kerja (WK) migas di Indonesia sebesar 200 TB dalam waktu kurang dari 1 menit.
βMereka memiliki super komputer untuk mengolah data-data, sudah tidak manual lagi. Jadi, ini membuka kesempatan juga kalau ada wilayah kerja yang kita miliki, yang siap ditawarkan, bagaimana analisis datanya, kemudian pembacaan di super komputer,β ucap Yuliot.
Yuliot meyakini kerja sama teknologi tersebut berguna untuk memetakan potensi migas di dalam negeri, sehingga sejalan dengan rencana peningkatan produksi minyak hingga tahun 2030 sebesar 1 juta barel per hari.
βSehingga 1 juta barel itu bisa kita capai,β ucap Yuliot.