Pernyataan tersebut terkait dengan harga minyak dunia yang kian meroket akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Yuliot mengungkapkan harga minyak dunia sempat menyentuh 107 dolar AS per barel pada akhir September 2026.

Angka tersebut menunjukkan tren kenaikan setelah sempat melandai pada bulan Juni–Juli.

Purbaya Yudhi Sadewa ketika masih menjabat sebagai Menteri Keuangan menjamin defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali hingga akhir tahun dengan asumsi makro rata-rata harga patokan minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) berada di level 100 dolar AS.

Berdasarkan perhitungan Peneliti sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti, rata-rata ICP Januari–September sekitar 90,6 dolar AS per barel.