Merespons kondisi tersebut, Yuliot memastikan akan melakukan percepatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) di tengah gejolak geopolitik yang menyebabkan meroketnya harga minyak dunia.
Yuliot menyampaikan pemerintah telah memetakan sejumlah lapangan migas dengan potensi produksi sekitar 2.500β3 ribu barel per hari yang akan digenjot prosesnya pada 2027 dan 2028.
Dengan demikian, lanjut dia, pemerintah dapat segera merealisasikan target 1 juta barel minyak per hari pada tahun 2029β2030 untuk mewujudkan swasembada energi nasional.
βEksplorasi dan eksploitasi ini kami akan genjot pada tahun 2027 dan 2028 sehingga target kita 1 juta barel itu bisa tercapai,β kata Yuliot.