NADIKABAR.COM — Eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, mengalami masalah hingga tiba-tiba bergerak mundur saat digunakan penumpang. Sejumlah orang yang berada di atas eskalator disebut terjatuh dan saling bertubrukan.

Salah seorang warga, Mayska, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, eskalator awalnya berjalan normal.

"Awalnya normal. Kejadiannya kan pagi sekitar jam 7-an," kata Mayska saat ditemui di Stasiun Duri, Sabtu (3/10/2026).

Mayska mengaku tidak berada di atas eskalator saat kejadian. Namun, dia sempat melihat kondisi penumpang setelah terjatuh.Menurutnya, eskalator yang seharusnya bergerak naik tiba-tiba berjalan mundur.

Penumpang yang berada di atasnya pun kaget dan kehilangan keseimbangan.

"Eskalatornya tiba-tiba jalan mundur. Jadi harusnya naik ke atas, tapi pas kejadian itu mundur. Orang nggak siap ya, jadi badannya pada jatuh semua, saling nubruk. Nggak seimbang," ujarnya.

Situasi kemudian sempat panik. Warga yang berada di sekitar lokasi disebut langsung berteriak meminta pertolongan.

"Langsung pada teriak-teriak minta tolong. Satpam, petugas semua langsung bawa orang-orang ke posko kesehatan. Mereka juga kaget itu. Pada luka-luka kan," ungkapnya.

Dia menyebut kondisi Stasiun Duri saat kejadian cukup ramai, meski tidak terlalu padat. "Ya lumayan sih, nggak yang padat banget," lanjutnya.

Sementara itu, warga lainnya, Eka, mengaku sempat menggunakan eskalator tersebut setelah kondisinya sudah mati. Dia melewati eskalator itu sekitar pukul 08.00 WIB.

Eka mengatakan saat itu eskalator sudah tidak bergerak, tetapi belum dipasangi pembatas oleh petugas sehingga warga masih dapat melewatinya.

"Saya sempat turun lewat eskalator itu, cuma eskalatornya sudah mati tadi. Jam 8-an itu sudah nggak ada apa-apa, tapi eskalator belum ditutup. Jadi saya lewat-lewat aja," ujar Eka.

Dia baru mengetahui eskalator tersebut sebelumnya mengalami masalah setelah mendapat informasi dari warga.

"Iya, cuma tadi itu belum ditutup pembatas sama petugas," ungkapnya.

Eka mengaku sempat merasa khawatir setelah mengetahui eskalator tersebut mengalami gangguan dan sebelumnya berjalan mundur. Namun, karena eskalator sudah dalam kondisi mati, dia mengira masih aman untuk digunakan.

"Sebenarnya khawatir juga. Apalagi setelah dengar eskalatornya sempat jalan mundur. Tapi karena sudah mati, jadi kupikir aman aja buat turun," imbuhnya.