"Jadi orang-orang pada lewat tangga manual, terus dempet juga sama tangga naik (orang-orang yang dari Stasiun Tangerang), jadi desekkan," kata dia.
"Iya bener chaos, aku nggak turun peron, aku stay di atas dulu, takut Takut desek-desek nggak bisa napas. Terus biasanya kalo padat gitu banyak yang dorong-dorong dan emosian juga," imbuhnya.
Latifah mengatakan kondisi demikian membuat proses transit lebih lama. Dia harus menunggu situasi sedikit lebih terkendali agar tak terlalu berdesakan saat menaiki kereta.
"Biasanya kalau mau pindah peron tuh bisa langsung naik ke gerbong. Kalau tadi kayaknya nggak bisa langsung masuk gerbong deh udah penuh banget dan papasan juga sama yang turun. Ada kali sejam (transit)," jelasnya.