"Kenyataan geografis dan historis ini tidak dapat diubah oleh retorika politik, tindakan koersif, ataupun upaya destabilisasi," tambah pernyataan itu.
"Tindakan yang dilakukan melalui pihak perantara atau tindakan agresi tidak akan mengubah fakta di lapangan, ataupun mengurangi kepentingan sah, peran, dan tanggung jawab Ethiopia di kawasan ini," katanya.
Pernyataan tersebut muncul setelah pertemuan puncak empat pihak di Mesir, Minggu (4/10), yang melibatkan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Eritrea Isalas Afwerki, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, dan Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan Abdel Fattah al-Burhan.
Para pemimpin tersebut menegaskan kembali penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah, serta menolak tindakan sepihak yang berdampak pada pemanfaatan air Sungai Nil yang selama ini dilakukan oleh Mesir dan Sudan.
Ethiopia tidak secara spesifik menyebutkan pertemuan puncak tersebut ataupun Bendungan Renaisans Besar Ethiopia (GERD) dalam pernyataannya.