Permasalahan internal itu diharapkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, mengingat sumber daya manusia (SDM)-nya sudah menjadi satu organisasi dan semua sudah punya fungsi masing-masing sesuai bidangnya dan hanya bekerja untuk satu tujuan, XLSmart.
"Hampir semuanya selesai semua. Bahkan lebih cepat dari target karena target kita itu diminta semuanya selesai di akhir tahun ini. Tapi bahkan beberapa hal sudah selesai dari awal tahun, bahkan pertama tahun kemarin," tegas lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.
Di kesempatan yang sama, Direktur & Chief Technology Officer XLSmart Shurish Subbramaniam menyampaikan bahwa awalnya tidak mudah untuk perusahaan-perusahaan berbeda itu menjadi bersatu.
"Bagaimana ini semua kita dapat, semua ini (kenaikan revenue dan lainnya)? Kalau Bapak tahu, ini tidak semudah ini, karena legacy Smartfren beda dengan legacy XL. Waktu digabung, dua spektrum yang berbeda, setiap tahun harus direnovasi," ujarnya.