"Ya, dari uang pribadi saya sendiri. Saya mau kasih tahu bahwa saya tidak mengambil dan langsung didistribusikan, malah saya nombok banyak," lanjutnya.
Dia juga mencontohkan saat pembayaran pemesanan parsel, uang yang tersedia disebut masih kurang, sehingga Fadia menambahkan uang pribadinya.
"Uangnya kurang, terus saya nambahin ini dari uang pribadi," katanya.
Fadia juga menanyakan kepada saksi yang merupakan mantan ajudannya, Aji, terkait pemberian uang THR dan akhir tahun. Menurutnya, pemberian semacam itu sudah menjadi tradisi sejak bupati sebelum dirinya menjabat.
"Pada saat pertama kali saya jadi bupati, kamu masih ingat? Ada yang ngasih duit di amplop. Saya tidak mau ambil," ucapnya.
"Kita panggil Mas Robi (ajudan). Saya tanya kenapa ini dikasihkan? Jawabannya adalah ini tradisi untuk Lebaran," lanjutnya.
Fadia juga menanyakan apakah pernah ada uang yang diberikan dalam rangka ulang tahun. Namun Aji menjawab tak ada.