NADIKABAR.COM β€” Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Kementerian Kebudayaan meraih penghargaan dari sebuah media swasta nasional dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Jumat (6/11).

Melalui keterangan pers yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu (7/11), Menteri Kebudayaan menerima penghargaan kategori Distinguished Leadership in Cultural Repatriation and Historical Justice atas kepemimpinannya dalam upaya repatriasi dan pemulihan benda-benda bersejarah Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Kebudayaan meraih penghargaan kategori Outstanding National Cultural Endowment and Living Heritage Regeneration yang diterima Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta sebagai perwakilan institusi.

Penghargaan tersebut diberikan atas upaya kementerian memperluas pelestarian budaya melalui berbagai program, antara lain Dana Indonesia Raya yang menyediakan dukungan bagi individu, komunitas, dan lembaga budaya dalam 12 jenis program, serta program residensi yang mempertemukan seniman muda dengan maestro Indonesia.

Fadli mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi kementerian untuk terus memperkuat pemajuan kebudayaan. Menurutnya, apresiasi itu juga merupakan pengakuan terhadap seluruh pihak yang berkontribusi menjaga dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.

β€œKebudayaan adalah kekayaan yang luar biasa yang harus kita jaga sebagai kekuatan pemersatu, binding power, sebagai source of identity, sumber dari jati diri dan identitas kita, apalagi di tengah globalisasi dan geopolitik dunia yang makin tidak menentu,” kata Fadli.

Ia menambahkan kebudayaan juga memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi (cultural economics), sekaligus menjadi kekuatan diplomasi dan pengaruh Indonesia di tingkat internasional.

Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong pemajuan kebudayaan melalui revitalisasi lebih dari 200 situs budaya, keraton, istana, museum di berbagai provinsi, serta taman budaya.

Terkait penghargaan di bidang repatriasi, Fadli menegaskan bahwa pengembalian benda budaya dari luar negeri merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan budaya dan sejarah sekaligus memulihkan kedaulatan budaya Indonesia.

Ia menyebut pengembalian Java Man atau fosil manusia purba yang ditemukan Eugene Dubois, bersama lebih dari 30.000 artefak, fosil, dan benda budaya lainnya dari Belanda, Jerman, serta sejumlah negara lain sebagai bagian dari upaya tersebut.

β€œIni merupakan upaya untuk memulihkan kedaulatan budaya kita, melengkapi narasi riset yang selama ini hilang karena dibawa ke luar negeri secara tidak sah akibat kolonialisme,” jelasnya.

Sementara itu, Bambang Wibawarta mengatakan penghargaan bagi Kementerian Kebudayaan menjadi pengakuan atas upaya menghadirkan dukungan nyata bagi para pelaku seni dan budaya.

β€œBagi Kementerian Kebudayaan, ini sangat penting karena menjadi salah satu pertanda bahwa kami bekerja sesuai dengan apa yang masyarakat harapkan. Tentu saja, ini akan memberikan semangat bagi Kementerian Kebudayaan untuk terus bekerja dan memberikan manfaat luas kepada masyarakat,” kata Bambang.

Ia berharap dukungan kementerian dapat membantu para seniman dan pegiat budaya di berbagai bidang, termasuk musik dan film, untuk terus berkarya dan menghasilkan karya yang lebih baik.