Fadli turut menyebutkan pentingnya proses institusionalisasi warisan dan ekspresi budaya melalui keterlibatan aktif perguruan tinggi seni. Menurutnya, pemajuan ekosistem budaya memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi seni, hingga pihak swasta dan komunitas.

"Institut Seni Indonesia atau ISI yang ada di ujung barat hingga timur Indonesia menjadi institusi-institusi yang sangat penting. Ke depannya, kita juga harus menghadirkan lebih banyak perguruan tinggi seni di bagian daerah Indonesia. Apabila tidak ada institusionalisasi di dalam warisan budaya dan ekspresi budaya kita, tentu akan ada ketinggalan di dalam proses regenerasi ke depan," tuturnya.

Fadli berharap FKI XIII ini terus berlanjut. Ia optimis perhelatan ini mampu melahirkan seniman-seniman muda yang mumpuni di bidangnya hingga membawa nama Indonesia ke peradaban dunia.

"Mudah-mudahan, FKI XIII terus berkelanjutan dan bisa melahirkan seniman yang mumpuni dari mahasiswa, yang kemudian akan menjadi empu atau maestro yang membawa nama Indonesia ke peradaban dunia," ujar Fadli.

Sementara itu, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang Febri Yulika juga menegaskan bahwa seni rupa dan perguruan tinggi memiliki peran strategis di tengah perubahan zaman dan krisis lingkungan.