Ia menambahkan rangkaian FMTI di Kabupaten Bogor digelar pada 3 Oktober 2026 dengan mengangkat tema 'Bambu dan Bunyi Ritus' yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Sunda. Tema tersebut dipilih karena bambu memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Sunda, baik dalam aspek sosial, lingkungan, simbol, maupun kebudayaan.

Tema 'Bambu dan Bunyi Ritus' juga berkaitan dengan bunyi yang lahir dari bambu sebagai bagian dari hubungan manusia dengan alam dan kebudayaan. Musik tradisi yang menggunakan bambu menjadi bagian dari ekspresi budaya masyarakat.

"Bunyi yang lahir dari bambu membawa cerita tentang hubungan manusia dengan alam dan kebudayaannya. Musik adalah jiwa budaya dan suara zaman denyut nadi kehidupan bangsa," ujar Fadli.

Fadli juga menekankan musik tradisi perlu dijaga dan dikembangkan melalui kreasi serta inovasi baru. Musik tradisi juga perlu dimanfaatkan menjadi ekonomi budaya dan industri budaya agar memberikan manfaat bagi ekonomi masyarakat pelakunya.

"Jadi ini yang harus kita jaga bersama. Bukan hanya kita jaga dan lindungi, lebih dari itu, harus kita kembangkan dengan kreasi-kreasi baru, inovasi-inovasi baru. Dan kemudian kita manfaatkan menjadi ekonomi budaya, menjadi industri budaya, supaya apa yang menjadi modal budaya kita itu, menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi ekonomi masyarakat pelakunya," tegas Fadli.