Kelima, memperkuat kepercayaan dan daya saing Jakarta sebagai destinasi investasi global. Fahira mengatakan kemampuan Jakarta menghadirkan portofolio proyek yang konkret dan mempertemukannya langsung dengan investor merupakan bagian penting dari membangun kredibilitas kota.

Menurutnya, investasi global saat ini semakin selektif. Jakarta harus menawarkan bukan hanya besarnya pasar, tetapi juga kepastian kebijakan, kemudahan berusaha, kualitas infrastruktur, talenta, keberlanjutan, tata kelola yang baik, serta proyek yang layak secara ekonomi dan memberi manfaat sosial.

"Jakarta sedang menuju usia lima abad dan memasuki era baru sebagai kota global. Kita membutuhkan investor yang bukan hanya melihat Jakarta sebagai pasar, tetapi sebagai mitra jangka panjang untuk membangun kota yang lebih maju, hijau, inklusif, dan berdaya saing," jelas Fahira.

Fahira juga menegaskan Jakarta mempunyai modal yang kuat untuk menjaga kepercayaan investor. Aktivitas ekonomi tetap tumbuh, realisasi investasi terus bergerak, infrastruktur transportasi berkembang, dan Jakarta memiliki pasar serta talenta yang besar. JIF 2026 perlu dimanfaatkan untuk mengubah berbagai potensi tersebut menjadi realisasi investasi yang nyata.

Ia pun berharap setelah tahap promosi dan market sounding, Pemprov DKI memastikan percepatan tindak lanjut melalui pendampingan investor, kepastian proses perizinan, kesiapan proyek, transparansi skema kemitraan, serta penyelesaian berbagai hambatan investasi secara cepat.