NADIKABAR.COM — Atlet para judo Indonesia Fajar Pambudi menyabet medali perunggu setelah mengalahkan wakil Mongolia, Ganbat Dashtseren, melalui ippon dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga kelas J1 -95 kilogram putra pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, Selasa.
Berdasarkan statistik dalam laman penyelenggara, Fajar memastikan kemenangan dengan menjatuhkan Ganbat hingga memperoleh nilai tertinggi yakni ippon dalam waktu 32 detik, pada pertandingan yang diselenggarakan di Aichi Prefectural Martial Arts Hall.
Perjalanan atlet berumur 28 tahun itu menuju podium, diawali dari pertandingan perempat final. Wakil Tanah Air tersebut berhasil melewati babak itu dengan mengalahkan lawannya, yakni Tilek Amandaulet asal Kazakhstan, sehingga memastikan tempat pada semifinal.
Namun, langkah Fajar menuju final terhenti setelah menelan kekalahan pada pertandingan semifinal melawan Turgun Abdiev dari Uzbekistan. Hasil tersebut membuat peluangnya untuk meraih medali emas tertutup, tetapi masih menyisakan kesempatan memperjuangkan perunggu melalui pertandingan perebutan tempat ketiga.
Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Fajar ketika menghadapi Ganbat Dashtseren. Dia tampil efektif dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mengakhiri perlawanan atlet dari Mongolia tersebut.
Kemenangan melalui ippon dalam 32 detik sekaligus memastikan Fajar naik podium dan menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia pada hari kedua pertandingan para judo.
Hasil pertandingan tersebut menambah kontribusi medali dari para judo bagi Indonesia. Pada hari pertama, Senin (19/10), Junaedi meraih medali perak dari kelas J1 -70 kg putra, sedangkan Dheny Marsyelina menyumbangkan perunggu dari kelas J1 -60 kg putri.
Indonesia masih memiliki peluang menambah medali dari cabang para judo melalui atlet lainnya yang dijadwalkan bertanding pada hari ketiga dalam ajang olahraga multicabang terbesar untuk atlet disabilitas di Asia.