Beberapa di tim redaksi mereka sudah cukup lama bekerja di kapal. Beberapa lainnya adalah karyawan baru yang baru saja berlayar di rute Surabaya-Banjarmasin yang malang tersebut.
"Iya diajak, karena masih saudara Ada yang sudah lebih dulu kerja, banyak. Ada yang pindah kapal juga. Karena itu kebetulan saya dengar kapalnya baru," katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pemkab Garut, ke-23 korban tersebut yakni Rehan, Amo, Willy, Ehab, Akmal, M. Iwan, Erik, Iki, M. Agus, Fauzan, dan Fathir (korban selamat). Enjang dan Risyan (korban tewas); Utep, Acim, Usep, Raden, Kiki, Agil, Rio, Hakim, Salbi, Aep, dan Ikhsan (korban yang belum ditemukan).
Menurut Agus, pihak keluarga baru mengetahui kejadian itu pada Minggu siang kemarin. Keluarga mendapatkan informasi tersebut dari sesama warga Garut yang bekerja di kapal berbeda.
"Saudara di kampung sudah banyak yang ngasih tau. Kebetulan kerabat kami yang kerja di laut juga ada. Dari situ informasinya," pungkas Agus.
Satu korban asal Cianjur diketahui bernama Yusep Cahyana (47). Yusep diketahui merupakan pria yang lahir di Situsaeur, Karangpawitan, Garut. Namun, setelah menikah, Yusep menetap di Cianjur bersama istrinya.