Niko menjelaskan, hingga Senin sore pukul 15.00 WIB, dari total 22 orang korban asal Garut, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia, 10 orang selamat, dan 10 orang lainnya belum ditemukan.
"Dua yang sudah ditemukan meninggal dunia. Almarhum E (Enjang) dan Almarhum R (Risyan)," kata Kapolres Garut AKBP Niko.
Polres Garut sendiri, kata Niko, bersiap untuk melakukan pengawalan terhadap proses kepulangan korban. Di sisi lain, personel Polres Garut juga dikerahkan Niko untuk membantu segala proses yang diperlukan oleh keluarga korban di Garut.
Sebagai bentuk empati, Niko mempersilakan keluarga korban untuk mendatangi Polres Garut jika membutuhkan bantuan. Selain itu, upaya trauma healing juga sedang dikaji untuk diberikan kepada keluarga korban.
"Yang pasti, pihak kepolisian siap 100 persen untuk mengawal kedatangan, sampai ke pihak keluarga. Kami tentu turut berduka, mari kita doakan agar tim pencari di sana segera menemukan korban yang belum ditemukan," katanya.
"Kemudian segera bisa mengembalikan korban yang sudah ditemukan, agar bisa kembali kepada pihak keluarga. Dan tentunya, kita di sini mendoakan kepada pihak keluarga yang anggotanya meninggal dunia, agar diterima di sisi-Nya dan diberikan tempat terbaik," pungkas Niko.