NADIKABAR.COM — Kasus pembunuhan yang menimpa Imas Maskah (44), akhirnya menemukan titik terang. Korban ditemukan tak bernyawa dengan kondisi luka benturan benda tumpul di dalam mes pekerja peternakan ayam di Kampung Cisampih, Desa Cikancana, Kecamatan Warungkondang, Cianjur.
Pelakunya, Asep Saepul (45), ternyata punya hubungan dekat dengan korban. Lantas bagaimana kronologinya? Berikut rangkuman faktanya:
Kasus ini bisa terbongkar setelah kerabatnya berulang kali menghubungi Imas, namun tak dapat jawaban. Polisi pun lalu turun tangan untuk memburu pelaku yang identitasnya sudah dikantongi.
Ironisnya, setelah dicek oleh keluarga ke salah satu mes, ternyata Imas ditemukan meninggal dunia. Saat pertama kali ditemukan, jasadnya dalam posisi terlentang di mes peternakan.
Pada saat itu, kecurigaan Imas merupakan korban pembunuhan pun sudah terlihat. Sebab di bagian kepala belakang korban, ditemukan luka memar yang diduga akibat benturan benda tumpul.
Polisi pun langsung membuka penyelidikan. Pada saat itu, identitas pelakunya sudah dikantongi dan diburu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Hingga kemudian, pengejaran polisi menemukan titik terang. Pelakunya, Asep Saepul (45), diringkus di tempat persembunyiannya di Kabupaten Sukabumi, setelah sempat berpindah-pindah lokasi.
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho, mengungkapkan bahwa pengejaran pelaku bermula dari hasil penyelidikan yang mengarah ke wilayah Sukabumi. Asep awalnya bersembunyi di kediaman kakaknya di Kecamatan Jampang Tengah, sebelum akhirnya bergeser ke rumah seorang guru spiritual di kawasan Kecamatan Kalibunder.
"Pelaku seketika kabur setelah membunuh korban dengan cara menghantamkan balok kayu di bagian kepala belakang korban. Pelaku ini sempat beberapa kali pindah tempat persembunyiannya. Tapi kami berhasil temukan lokasi terakhirnya, yakni di rumah guru spiritualnya di Sukabumi. Kami langsung ringkus pelaku," ujar dia, Rabu (2/9/2026).