Dago Dairy juga memadukan edukasi dengan kegiatan interaktif yang cocok untuk berbagai usia. Pengunjung tidak sekadar melihat sapi, tetapi dapat mengenal proses susu dari peternakan hingga siap dikonsumsi.
Dago Dairy dimiliki oleh Mark Hallett, pria kelahiran Australia, bersama istrinya, Yanti. Keduanya mengembangkan peternakan ini dengan mengutamakan kualitas susu yang dihasilkan.
Peternakan ini menjadi tempat bagi pengunjung untuk melihat langsung bagaimana sapi dipelihara. Aktivitas tersebut sekaligus memperkenalkan kehidupan peternakan yang mungkin jarang ditemui masyarakat perkotaan.
Lebih dari 20 sapi dipelihara di Dago Dairy dengan pakan berupa rumput segar. Rumput tersebut berasal dari area peternakan sehingga kesegarannya lebih terjaga.
Pemberian pakan berupa rumput segar tersebut untuk mendukung produktivitas sapi dalam menghasilkan susu. Susu segar yang dihasilkan Dago Dairy tidak hanya diperah lalu dijual begitu saja.
Untuk menjaga kualitasnya, susu tersebut langsung diproses menggunakan metode pasteurisasi suhu rendah.