Metode ini digunakan untuk membantu mempertahankan kadar protein dalam susu. Proses pengolahan tersebut menjadi bagian penting sebelum susu dipasarkan kepada konsumen.

Dago Dairy tak hanya menghasilkan susu segar dari sapi perah yang dipeliharanya. Susu tersebut juga diolah menjadi produk turunan, salah satunya yogurt.

Dago Dairy di Bandung akhirnya tutup, setelah hampir dua tahun kesulitan mencari pekerja. Pemilik Mark Hallet dan Yanti menyebut minat anak muda bekerja di peternakan semakin rendah.

Keterbatasan tenaga membuat pengelola harus bekerja hingga dua shift untuk menjaga peternakan tetap berjalan. Selain itu, kedua putra mereka yang tinggal di Australia juga tidak ingin meneruskan usaha keluarga.

Tentunya kabar ini membuat banyak pelanggan setia dari Dago Diary sedih karena harus berpisah dengan produk susu lokal favorit mereka.