Jangkauan suara dentuman ternyata tidak hanya dirasakan warga yang berada di wilayah Kota Malang, tetapi juga terdengar hingga Lawang, Kabupaten Malang. Kesamaan laporan dari wilayah yang cukup berjauhan membuat warga semakin penasaran mengenai sumber suara yang muncul pada malam tersebut.
"Dari Lawang juga terdengar keras dentuman ya," ujar akun Threads @Munir_30.
BMKG Stasiun Geofisika Malang melakukan pengecekan terhadap aktivitas kegempaan di sekitar waktu dentuman dan tidak menemukan gempa tektonik yang berpotensi menimbulkan suara tersebut. Pemeriksaan itu dilakukan dengan melihat rekaman alat pemantauan BMKG pada sekitar pukul 22.00 WIB.
"Hasil pemantauanBMKG Stasiun Geofisika Malang pada aktivitas gempa bumi tektonik dan sambaran petir sekitar pukul 22.00 WIB, tidak terdeteksi aktivitas gempa bumi tektonik dan sambaran petir di wilayah Malang dan sekitarnya pada waktu tersebut yang berpotensi menimbulkan suara dentuman," ujar Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang Ricko Kardoso saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Selain mengecek aktivitas gempa dan petir, BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso juga menelusuri kemungkinan dentuman berkaitan dengan kondisi atmosfer maupun cuaca ekstrem. Hasil pengecekan menunjukkan tidak ada faktor cuaca yang dapat menjelaskan suara keras yang terdengar warga Malang Raya pada malam tersebut.
"Kalau dari faktor cuaca bukan," ujar Linda saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Penelusuran kemudian diperluas dengan berkoordinasi bersama Lanud Abdulrachman Saleh untuk memastikan tidak ada aktivitas penerbangan atau latihan pesawat yang berlangsung ketika warga mendengar dentuman. Hasil koordinasi tersebut memastikan tidak ada latihan pesawat yang dilakukan pada waktu kejadian sehingga dugaan suara berasal dari aktivitas militer juga tidak terbukti.
"Kami juga menanyakan kepada LanudAbdulrachman Saleh, apakah ada aktivitas latihan pesawat atau tidak. Informasi dari Lanud Abdulrachman Saleh tidak ada latihan pesawat," ungkap