Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Kabupaten Malang Linda Fitrotul.
Setelah kemungkinan gempa, petir, cuaca, dan latihan pesawat disingkirkan, Stasiun Geofisika Malang berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Dari koordinasi tersebut diketahui aktivitas vulkanik Gunung Semeru dalam beberapa waktu terakhir memang dapat disertai suara dentuman maupun gemuruh dengan intensitas yang berbeda-beda.
"Aktivitas letusan Gunung Api Semeru dalam beberapa minggu terakhir terkadang disertai suara dentuman maupun gemuruh dengan intensitas lemah, sedang, hingga kuat, yang berkaitan dengan peningkatan tekanan gas vulkanik," ungkap Ricko.
BMKG menyatakan suara dentuman yang terdengar warga Malang Raya berkaitan dengan dinamika vulkanik Gunung Semeru, setelah hasil pemantauan dan koordinasi dilakukan dengan pihak terkait. Peningkatan tekanan gas vulkanik di dalam tubuh gunung dapat memicu suara dentuman maupun gemuruh yang terdengar hingga wilayah cukup jauh dari sumbernya.
Kemunculan suara dentuman sempat memunculkan berbagai spekulasi di media sosial, termasuk dugaan gempa, petir, aktivitas konstruksi hingga latihan pesawat, sebelum sumbernya ditelusuri oleh BMKG. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum kebenarannya dipastikan oleh pihak berwenang.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak berspekulasi mengenai sumber suara dentuman, serta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial yang belum dapat diverifikasi kebenarannya," pungkasnya.