"Jalan itu jalan alternatif untuk masyarakat, untuk anak-anak sekolah, karena berdekatan dengan sekolah," ucapnya.

Sementara akses utama menuju gedung Kopdes berada di sisi barat bangunan. Di lokasi tersebut terdapat jalan yang lebih besar dan menjadi jalan utama menuju gedung koperasi sekaligus akses menuju kawasan pertanian.

"Yang aslinya, jalan intinya itu ada di sebelah barat. Di jalan barat, sebelah KDMP-nya, itu ada jalan besar. Itu jalan utama untuk masuk ke akses KDMP Desa Cigobang," jelasnya.

Dengan demikian, jalur setapak yang terlihat dalam video bukanlah satu-satunya jalan menuju Kopdes. Pengambilan gambar dari sudut tertentu membuat hubungan tim redaksi makam dan gedung koperasi terlihat seolah-olah jauh lebih dekat dari kondisi sebenarnya.

Abdul Zei tidak membantah bahwa masyarakat dapat melewati jalan yang berada di kawasan pemakaman tersebut.

Hanya saja, jalur itu memiliki ukuran yang lebih sempit sehingga hanya dapat digunakan oleh sepeda maupun sepeda motor.

"Kalau lewat situ bisa, tapi cuma bisa akses itu tim redaksi sepeda dan motor, kalau mobil tidak bisa," katanya.

Ia menjelaskan, dari arah Balai Desa Cigobang, warga dapat berjalan lurus hingga menemukan area pemakaman. Dari titik tersebut terdapat jalur yang berbelok ke arah kawasan makam.

"Sebenarnya dari pintu, dari balai desa itu lurus, ada pemakaman langsung belok kiri. Itu kan akses pemakaman, bukan jalan utama untuk ke KDMP kalau di situ," ujarnya.

Jalur tersebut memang dapat membawa seseorang menuju area sekitar Kopdes. Namun, keberadaannya tidak lantas menjadikan gedung koperasi berada di dalam kompleks pemakaman.

Kedekatan lokasi Kopdes dengan makam menjadi bagian yang tidak dibantah oleh pemerintah desa.

Abdul Zei mengatakan gedung tersebut memang dibangun berdekatan dengan area pemakaman. Namun, lahan pembangunan berada di luar area makam.