Pemilihan lokasi tersebut, kata dia, juga bukan keputusan sepihak. Pemerintah Desa Cigobang menyiapkan lahan desa berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama dengan pengurus koperasi.

"Nah, kita sesuai hasil musyawarah desa, kesepakatan bersama, bahwa Pemerintah Desa menyiapkan lahan desanya untuk pembangunan Kopdes," ucapnya.

Bagi pemerintah desa, posisi tersebut justru dinilai memberikan kemudahan bagi warga karena berada di kawasan yang mudah dijangkau.

"Tidak menyulitkan warga, karena itu jalan poros, jalan alternatif, dan tidak menyulitkan warga. Ketika warga ke situ, itu aksesnya gampang malahan," ujarnya.

Di tengah polemik mengenai lokasinya, pembangunan Kopdes Merah Putih Cigobang sendiri kini hampir rampung.

Abdul Zei memperkirakan progres pembangunan gedung telah mencapai 90 hingga 95 persen.

"Untuk kegiatannya ini pembangunannya sudah mencapai 90 persen sampai 95 persen perkiraan," ucapnya.

Sejumlah perlengkapan untuk menunjang aktivitas koperasi juga mulai dikirim ke lokasi.

"Dan baru dikirim itu berarti satu unit truk dan penampungan untuk penyimpanan barang dan yang lainnya tinggal menunggu waktu," jelasnya.

Meski bangunan hampir selesai dan perlengkapan mulai berdatangan, pemerintah desa belum dapat memastikan kapan Kopdes Merah Putih Cigobang akan resmi diluncurkan. Pihak desa masih menunggu informasi lebih lanjut dari dinas terkait.

"Oh, belum tahu. Nanti kita menunggu dari dinas. Kemarin sudah disampaikan katanya dalam waktu dekat," katanya.