NADIKABAR.COM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10/2026) pagi. Guncangan dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun, guncangan menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan fasilitas sekolah serta mengakibatkan satu orang mengalami luka ringan.
BMKG melaporkan gempa terjadi pada pukul 05.55 WIB atau 06.55 Wita. Pusat gempa berada 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 30 kilometer.
Titik koordinat gempa berada di 9,70 derajat Lintang Selatan dan 118,92 derajat Bujur Timur. BMKG mencatat semula gempa M 6,1, namun terjadi parameter update menjadi M 5,9.
Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal itu disampaikan BMKG berdasarkan hasil pemodelan tsunami setelah gempa terjadi.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan hasil analisis menunjukkan gempa tidak memenuhi kondisi yang dapat memicu tsunami.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto dalam keterangan tertulis, Minggu.
Guncangan gempa dirasakan warga di sejumlah wilayah. Warga Labuan Bajo, Manggarai Barat, juga merasakan getaran kuat dan sempat berlari keluar rumah.
Karolina, salah seorang warga Labuan Bajo, sedang menyuapi anaknya ketika gempa terjadi. Dia langsung membawa anaknya keluar rumah.
"Guncangan keras sekali. Saya sedang suap anak, langsung lari keluar," ujar Karolina, Minggu (4/10/2026).
BMKG mencatat gempa dirasakan pada skala IV hingga VI Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala VI MMI, seluruh penduduk dapat merasakan getaran dan sebagian besar warga terkejut hingga berlarian keluar rumah.
Guncangan gempa juga menyebabkan kerusakan pada bangunan di wilayah Perokonda. Kerusakan dilaporkan terjadi pada satu sekolah dan dua rumah warga.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan kerusakan tersebut terjadi di SD Islam dan dua rumah warga.
"Kerusakan tersebut ada di wilayah Perokonda, yakni di SD Islam dan dua rumah warga," kata Teguh dalam konferensi pers, Minggu (4/10/2026).
Kerusakan di sejumlah wilayah disebut masuk kategori sedang. Selain bangunan yang rusak, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat gempa.
"Gempa dapat dirasakan pada skala IV hingga VI MMI," tutur Teguh.
Selain kerusakan bangunan, gempa juga menimbulkan korban luka. BMKG menerima laporan satu orang mengalami luka ringan.
"Kerusakan di berbagai wilayah dikategorikan sedang, dan diinformasikan ada satu orang luka ringan," sambung Teguh.
BMKG masih melakukan pemantauan terhadap kondisi pascagempa. Informasi mengenai dampak kerusakan dapat diperbarui seiring pendataan di lapangan.