Dalam proses pelariannya, Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Polda Jawa Timur, Aipda Sigit Dwi Susanto menyebut pelaku sempat menggunakan nama samaran.

Ia mengatakan tersangka mengaku sebagai 'Amanullah' saat berada padepokan untuk menutupi jejak pelariannya.

"Saat di tempat padepokan, gus itu dia ganti nama Amanullah bukan Aminullah," kata Sigit kepada NadiKabar.com, Jumat (30/10).

Sigit menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Bagus berharap nama itu membawa keberuntungan baginya. Sebab, menurut Bagus, makna nama itu adalah aman karena Allah.

"Agar tidak mudah ditemukan dan menurut dia namanya berarti aman karena Allah," ucapnya.

Bagus berada di sebuah padepokan milik seorang gus di Gudo, Jombang, hingga sekitar dua pekan. Di sana, ia disebut bersembunyi sambil menenangkan diri.

"Hampir dua minggu lebih dia di padepokan itu untuk menenangkan diri," ucap Sigit.