NADIKABAR.COM — Kebakaran melanda wilayah Gunung Bulu Saukang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Insiden membuat 337 pendaki dievakuasi dan 68 orang di antaranya sempat terjebak.
Kebakaran dilaporkan terjadi di wilayah Gunung Bulu Saukang, Kecamatan Tumpobulu, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Tim SAR yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi pendaki.
Dirangkum NadiKabar, Selasa (8/9/2026), berikut fakta-fakta kebakaran Gunung Bulu Saukang di Maros:
Basarnas Makassar mencatat ada 337 orang pendaki saat kebakaran melanda Gunung Bulu Saukang. Sebanyak 68 orang di antaranya sempat terjebak hingga dievakuasi tim SAR gabungan.
"Jumlah pendaki hari ini 337 orang. Yang terjebak saat kebakaran terjadi 68 orang," kata Dantim Basarnas Makassar Dadang Tarkas kepada wartawan, Senin (7/9).
Dalam proses evakuasi, tiga pendaki perempuan mengalami gangguan kesehatan. Dua pendaki, yakni Arum (24) dan Velia (22), mengalami sesak hingga pingsan, sedangkan Bunga (18) mengalami keseleo.
"Ketiga pendaki perempuan mengalami trouble. Dua orang mengalami sesak atau pingsan dan satu orang lainnya mengalami keseleo," beber Dadang.
Tim Relawan SAR Pramuka Peduli bernama Ondong mengatakan api mulai terlihat sekitar pukul 20.00 Wita, malam ini. Para pendaki yang berada di puncak kemudian diarahkan turun melalui jalur alternatif.
"Kejadiannya tadi Isya sekitar jam 8 malam tadi mulai muncul titik api. Banyak tadi pendaki langsung dievakuasi," kata salah seorang relawan, Ondong kepada wartawan, Minggu (6/9).
Ondong mengatakan pendaki yang sudah berada di puncak diarahkan turun melalui jalur Alvath. Sementara pendaki yang berada di jalur umum juga diarahkan untuk segera turun.
"Alhamdulillah turun semua sekarang sudah dicek semua karcisnya," tambah Ondong.
Empat pendaki yang sempat terjebak saat kebakaran dilaporkan mengalami kesurupan. Meski begitu, keempatnya telah dievakuasi dan kembali ke rumah masing-masing.
Ondong mengatakan empat pendaki tersebut mengalami kesurupan saat proses evakuasi berlangsung. Mereka merupakan pendaki yang sempat terjebak ketika kebakaran terjadi.
"Iya memang benar ada tadi pendaki yang sempat mengalami kesurupan. Jumlahnya tadi ada 4 orang yang alami kesurupan," kata Ondong.
Ondong mengatakan lokasi kejadian kesurupan berbeda-beda. Sebagian pendaki mengalami kesurupan ketika masih berada di jalur, sedangkan lainnya sudah sampai di tempat istirahat penjemputan.
"Yang alami kesurupan tadi itu pendaki yang sempat terjebak saat kebakaran terjadi. Lokasi kesurupannya itu ada yang di jalur, ada juga yang sudah sampai di tempat istirahat penjemputan," ungkapnya.
Ondong menyebut warga menduga kondisi tersebut dipicu kelelahan setelah para pendaki berada di jalur saat kebakaran terjadi. Kondisi jalur yang masih rimbun dengan pepohonan besar juga menjadi salah satu faktor yang disebut warga.
"Menurut warga tadi itu 4 orang ini kesurupan karena efek kecapean. Ditambah lagi dengan jalurnya memang yang masih rimbun pepohonan besar," ujarnya.