Kapolsek Karangjaya Iptu Saptaji membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Tersangka sudah langsung dibawa ke Polres, barusan berangkat. Untuk korban sudah dibawa ke RSUD dr Soekardjo," kata Saptaji.
Dia menjelaskan tersangka dan korban tinggal di satu kampung alias bertetangga.
"Jarak rumah korban dan pelaku itu dekat, masih tetanggaan, jarak sekitar 200 meter," kata Saptaji.
Saptaji mengatakan Ayi mendadak nekat akibat emosi melihat ayahnya berkelahi dengan Ki Danu.
Kronologi insiden berdarah ini berawal saat Ki Danu menjual sebidang tanah kepada seseorang. Si pembeli tanah kemudian berniat membangun rumah di atas lahan tersebut. Tanah ini juga berbatasan dengan lahan milik Sanusi, ayah tersangka.
"Informasi yang berkembang di lapangan memang masalah batas tanah. Awalnya korban menjual tanah kepada seseorang. Kemudian pembelinya mau membangun rumah," kata Saptaji.
Si pembeli tanah kemudian bertemu dan berbincang dengan Sanusi saat hendak menaruh material bangunan di lahan tersebut.